Selasa, 05 Juli 2011
Selamat menempuh hidup baru kepada Pdt.Yana Adoe dan Decki Olla.
Telah Menikah pada tanggal Juni 2011 Pdt. Yana Adoe dan Decki Olla tepatnya di GSJA Perjanjian Baru Kupang. Pemberkatan Nikah sendiri dipimpin oleh Ketua BPD GSJA NTT sekaligus Gembala sidang yakni Pdt.John Adu, STH, MA. tampak hadir dalam acara tersebut beberapa Pendeta : Pdt. Merie Bale, Pdt. Jery Adoe, Pdt. Paul Lawalata, Pdt. Samuel Umbu,Pdt. Noldy Ndaumanu, Pdt. Paul Amirulah, Pdt. Beny Mundung, Pdt. Hilda Adu, Pdt. Martha Taek, Pdt. Sri Manu, Pdt. Ed Henukh, Pdt. Ongki Ola, Pdt. Paul Amirulah, Pdt. Leny Adoe, Pdt. Dian Lawalata
Doakan agar kedua hamba Tuhan yang saat ini melayani di GSJA Kolose BTN Kupang. agar bukan hanya rumah tangga mereka diberkati Tuhan , namun juga pelayanan mereka semakin dahsyat.
Akhirnya mewakili rekan-rekan hamba Tuhan dan Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Pdt.Yana Adoe dan Decki Olla. Tuhan Yesus memberkati.
Doakan agar kedua hamba Tuhan yang saat ini melayani di GSJA Kolose BTN Kupang. agar bukan hanya rumah tangga mereka diberkati Tuhan , namun juga pelayanan mereka semakin dahsyat.
Akhirnya mewakili rekan-rekan hamba Tuhan dan Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Pdt.Yana Adoe dan Decki Olla. Tuhan Yesus memberkati.
Selamat menempuh hidup baru kepada Pdt.Aknita Molebila dan Pdt. Viktor Sunis
Telah Menikah pada tanggal 09 Juni 2011 Pdt. Aknita Molebila dan Pdt. Viktor Sunis tepatnya di GSJA Perjanjian Baru Kupang. Pemberkatan Nikah sendiri dipimpin oleh Ketua BPD GSJA NTT sekaligus Gembala sidang yakni Pdt.John Adu, STH, MA. tampak hadir dalam acara tersebut beberapa Pemdeta : Pdt. Merie Bale, Pdt. Jery Adoe, Pdt. Paul Lawalata, Pdt. Samuel Umbu,Pdt. Noldy Ndaumanu, Pdt. Paul Amirulah, Pdt. Beny Mundung, Pdt. Hilda Adu.
Doakan agar kedua hamba Tuhan yang melayani di Naekasen di salah satu di Kupang. agar bukan hanya rumah tangga mereka diberkati Tuhan , namun juga pelayanan mereka semakin dahsyat.
Akhirnya mewakili rekan-rekan hamba Tuhan dan Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Pdt.Aknita Molebila dan Pdt. Viktor Sunis. Tuhan Yesus memberkati.
Doakan agar kedua hamba Tuhan yang melayani di Naekasen di salah satu di Kupang. agar bukan hanya rumah tangga mereka diberkati Tuhan , namun juga pelayanan mereka semakin dahsyat.
Akhirnya mewakili rekan-rekan hamba Tuhan dan Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Pdt.Aknita Molebila dan Pdt. Viktor Sunis. Tuhan Yesus memberkati.
Selamat Menempuh hidup baru kepada Pdt. Sharlyn Ngonggoek dengan Pdt. Okto
Telah Menikah pada tanggal Juni 2011 Pdt. Sharlyn dan Pdt. Okto tepatnya di GSJA Sumlili. Pemberkatan Nikah sendiri dipimpin oleh Ketua Wilayah sekaligus Gembala sidang yakni Pdt. Matias Ndaumanu. tampak hadir dalam acara tersebut beberapa Pemdeta : Pdt. Merie Bale, Pdt. Jery Adoe (Saksi), Pdt. Paul Lawalata, Pdt. Samuel Umbu,Pdt. Noldy Ndaumanu, Pdt. Lilik Herawati (SATI Malang), Pdt. Beny Mundung, Pdt. Leonardus Sae, Pdt. Charles Lomiga, Pdt. Samuel Belo (Timor Leste), Pdt. Evaristo (Timor Leste). Doakan agar kedua hamba Tuhan yang melayani di Sumba Timur di salah satu wilayah Kafir. agar bukan hanya rumah tangga mereka diberkati Tuhan , namun juga pelayanan mereka semakin dahsyat.
Akhirnya mewakili rekan-rekan hamba Tuhan dan Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Pdt. Okto dan Pdt. Sarlyn. Tuhan Yesus memberkati.
Akhirnya mewakili rekan-rekan hamba Tuhan dan Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Pdt. Okto dan Pdt. Sarlyn. Tuhan Yesus memberkati.
Bagai benih
diambil dari Santapan Harian
Baca: Kisah Para Rasul 8:1b-3
Ada kontras dalam sikap orang yang ada di dalam perikop ini. Kelompok pertama adalah mereka yang melakukan penganiayaan hebat terhadap jemaat di Yerusalem (1b). Penganiayaan ini dimulai setelah kematian Stefanus. Saulus, yang semula terlihat hanya menjadi saksi mata peristiwa berdarah tersebut (1a), kemudian menjadi sangat agresif. Ia berupaya keras menangkap dan memenjarakan orang-orang Yerusalem, yang teridentifikasi sebagai pengikut Kristus (3). Sebelumnya perlawanan terhadap Injil diarahkan kepada para rasul, tetapi pada waktu itu orang-orang yang baru percaya menjadi sasaran mereka.
Kelompok kedua adalah yang disebut orang-orang saleh. Mereka meratapi kematian Stefanus dan menguburkan mayatnya (2). Tindakan mereka berisiko tinggi karena dengan demikian mereka akan dikenali sebagai pengikut Kristus. Nyawa mereka terancam. Namun mereka seolah tidak peduli. Kematian Stefanus tidak membuat mereka mundur dari apa yang seharusnya mereka lakukan. Terlihat juga kemudian, dikuburnya Stefanus bagai dikuburnya sebuah benih. Seolah mati, tetapi sesungguhnya sebuah proses pertumbuhan sedang terjadi hingga menghasilkan buah berkali-kali lipat banyaknya.
Kematian Stefanus karena dirajam menjadikan dia sebagai martir pertama. Di masa-masa berikutnya, banyak orang yang juga mati martir. Misalnya di negara-negara dengan dominasi agama atau politik tertentu, orang harus mempertaruhkan nyawa demi pekabaran Injil. Mungkin ada orang yang menyebut mereka bodoh, tetapi Injil tidak akan mati oleh karena kematian mereka. Buah dari kesaksian mereka niscaya terlihat kemudian karena Injil yang diberitakan akan hidup dalam diri orang-orang yang jadi percaya Kristus.
Sebab itu kita harus berdoa bagi mereka, yang mewartakan Injil di tempat-tempat berisiko tinggi seperti di medan perang, di area konflik berdarah, atau di suku-suku terbelakang. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian, kita harus mendukung mereka yang berada di garis depan agar benih-benih Injil terus disebarkan dan banyak orang percaya Kristus.
Ada kontras dalam sikap orang yang ada di dalam perikop ini. Kelompok pertama adalah mereka yang melakukan penganiayaan hebat terhadap jemaat di Yerusalem (1b). Penganiayaan ini dimulai setelah kematian Stefanus. Saulus, yang semula terlihat hanya menjadi saksi mata peristiwa berdarah tersebut (1a), kemudian menjadi sangat agresif. Ia berupaya keras menangkap dan memenjarakan orang-orang Yerusalem, yang teridentifikasi sebagai pengikut Kristus (3). Sebelumnya perlawanan terhadap Injil diarahkan kepada para rasul, tetapi pada waktu itu orang-orang yang baru percaya menjadi sasaran mereka.
Kelompok kedua adalah yang disebut orang-orang saleh. Mereka meratapi kematian Stefanus dan menguburkan mayatnya (2). Tindakan mereka berisiko tinggi karena dengan demikian mereka akan dikenali sebagai pengikut Kristus. Nyawa mereka terancam. Namun mereka seolah tidak peduli. Kematian Stefanus tidak membuat mereka mundur dari apa yang seharusnya mereka lakukan. Terlihat juga kemudian, dikuburnya Stefanus bagai dikuburnya sebuah benih. Seolah mati, tetapi sesungguhnya sebuah proses pertumbuhan sedang terjadi hingga menghasilkan buah berkali-kali lipat banyaknya.
Kematian Stefanus karena dirajam menjadikan dia sebagai martir pertama. Di masa-masa berikutnya, banyak orang yang juga mati martir. Misalnya di negara-negara dengan dominasi agama atau politik tertentu, orang harus mempertaruhkan nyawa demi pekabaran Injil. Mungkin ada orang yang menyebut mereka bodoh, tetapi Injil tidak akan mati oleh karena kematian mereka. Buah dari kesaksian mereka niscaya terlihat kemudian karena Injil yang diberitakan akan hidup dalam diri orang-orang yang jadi percaya Kristus.
Sebab itu kita harus berdoa bagi mereka, yang mewartakan Injil di tempat-tempat berisiko tinggi seperti di medan perang, di area konflik berdarah, atau di suku-suku terbelakang. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian, kita harus mendukung mereka yang berada di garis depan agar benih-benih Injil terus disebarkan dan banyak orang percaya Kristus.
Rabu, 22 Juni 2011
KKR di Pulau Semau
Pada Tanggal 20 Juni 2011 diadakan KKR oleh Sekretaris Badan Pengurus Daerah GSJA NTT yakni Pdt. Paulus Lawalata. Dalam KKR yang berlangung selama dua hari berturut-turut. Dan sebagai Pebiacara dalam duam malam tersebut adalah Pdt. Julius Walengi (Hamba Tuhan asal Papua Nugini). Hadir dalam acara tersebut Pdt. Lilik Herawati MA ( dosen STT Satya Bhakti Malang), Juga Pdt Jery Adoe dan isteri (Leny Adoe), Ibu Leneng, Ibu Pdt. Monilischa Walengi.
KKR yang diselenggarakan oleh GSJA Semau dan GSJA Tiberias Namosain dan GSJA Bethania.
KKR yang diselenggarakan oleh GSJA Semau dan GSJA Tiberias Namosain dan GSJA Bethania.
Jumat, 06 Mei 2011
Doa Puasa Bersama Gereja-greja Kota di Wilayah 1
Pada Hari Jumat, 6 April 2011 diadakan Doa Gabungan yang merupakan doa bersama seluruh gereja GSJA Wilayah I kota Kupang tepatnya di GSJA Lembah Pujian yang digemabalakan Oleh Pdt. Julius Walengi adn isteri yakni Pdt. Monilscha Hekboy. Program yang telah menjadi Visi dari Pdt. Jery Adoe dan Pdt. Julius Walengi yang menyadari bahwa kami merasa bahwa kami semua membutuhkan kerja sama dan dukungan dari sesama hamba Tuhan. Program ini Puji Tuhan disambut baik Oleh Ketua Wilayah I (Pdt. Noldy Ndaumanu) sekaligus Ketua Wilayah I .
Kebaktian yang dimulai dengan puji-pijian oleh Pdt. Monilischa Walengi dan dibuka dengan doa syafaat oleh Pdt. Jery Adoe (Komisaris BPD GSJA NTT). dilanjutkan dengan doa lagi Oleh Pdt. Beny Mundung (Gembala GSJA Viktori Oepura). Tak ketinggalan Pdt. Reny Adoe, juga Pdt. Merie Bale, Pdt.Arnoldus Bowakh. sedangkan Khobah oleh Pdt. Noldy Ndaumanu. Dalam khotbah yang berthemakan bagaiamana cara untuk sebagai hamba Tuhan dan jemaat dapat melihat mujizat dalam pelayanan dana perjanlan hidup ini. Menurut belia bahwa orang yang akan melihat kuasa dan mujizat adalah yang pertama mereka harus berubah dalam segala hal. baik itu doa, bacar kitab suci, menggunakan terobosan dan cara-cara baru. Kedua adalah mentaati Firmanan Allah.
Acara Kebaktian ditutup dengan doa oleh Pdt. Merie Bale (Bendahara Daerah). Acara kemudian dilanjutkan dengan Perjmauan kasih. lalu pengumuman oleh Pdt Beny Mundung mengenai Acara Kebaktian bersama pada acara Kenaikan Yesus Kristus Ke sorga. Acara yang direncakan berlangsugn tanggal 2 April 2011 bertempat di Pantai Lasiana Kupang. Dalam acara ini diharapkan semua gereja-gereja yang ada di wilayah satu bersama seluruh jemaat akan hadir bersama selurh keluarga. Yang menambah menarik pada doa jumat ini adalah saling mendoakan antara hamba Tuhan dengan hamba Tuhan, hamba Tuhan dengan jemaat. dan terlihat dalam gambar suasana keakraban dan hadirat Allah sangat terasa. semua yang hadir merasa sunguh-sungguh diberkati,
tampak hadir dalam acar tersebut beberapa hamba Tuhan, yakni Pdt. Arnoldus Bowakh (mantan Sekretaris BPD), Pdt. Jery Adoe (Komisaris BPD GSJA NTT), Pdt. Merie Bale (benhara Daerah), Pdt. Reny Adoe, Pdt. Monilicha Walengi, Pdt. Merie Balo dan suami, Pdt. Sri Manu, Bpk Min Anin. dan Jemaat masing-masing dari setiap gereja yang ada di wilayah 1. Doakan agar acara ini menjadi acara yang menjadi inspirasi bagi teman-teman yang ada di Daerah. Tuhan Yesus Memberkati.
Langganan:
Postingan (Atom)
BPD GSJA NTT
- BPD GSJA NTT
- Kota Kupang, NTT, Indonesia
- BPD GSJA NTT beranggotakan lima orang yang telah terpilih pada Rapat BPD pada Tanggal 10 Mei 2012 dan menghasilkan : Pdt. John Adu,S.Th MA(Ketua BPD), Pdt. Paul Alfred Ndaumanu (Wakil Ketua), Pdt. Dian Lawalata, S.Th (Sekretaris) Pdt.Martha Taek (Bendahara), Pdt.Leonardus Sae(Komisaris).








